Merdeka Literasi Keuangan adalah Salah Satu Kunci Indonesia Maju

17 Agustus, 2020 by aktivaku

Merdeka?!

Merdeka? Sebuah kata yang selalu memberikan semangat. Tujuh puluh lima tahun sudah Indonesia merdeka sejak teks Proklamasi pertama kali dikumandangkan oleh Para Pendiri Bangsa pada tanggal 17 Agustus 1945. Selama itu pula kita sudah menikmati harumnya kemerdekaan.

Momen kemerdekaan Republik Indonesia merefleksikan pada perjuangan para pejuang nasional. Masa itu, mereka menyerahkan jiwa raganya agar kita bisa menikmati udara kemerdekaan. Perjuangan mereka tidak berhenti setelah meraih kemerdekaan, peran kitalah untuk melanjutkan mimpi dengan mengisinya.

Untuk menjadi pahlawan di masa kini, tentunya tidak perlu dengan berperang dan mengangkat senjata mematikan dan berada dalam kondisi perang yang mengenaskan. Semua elemen masyarakat dapat berperan serta memperjuangkan kemerdekaan untuk masyarakat Indonesia lainnya. Dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdikan dirinya untuk mengelola negara, peneliti yang memberikan hasil kajian untuk pembangunan, guru “pahlawan tanpa tanda jasa” yang turut mencerdaskan bangsa, semua turut berperan mengisi Kemerdekaan. Tak kalah juga, pengusaha-pengusaha mikro yang menyediakan kesempatan kerja dan kesempatan memperoleh pendapatan berbagai kebutuhan masyarakat, pekerja dari sektor nonformal yang mendukung berputarnya ekonomi.

Tidak lupa para investor yang “mengembangkan” uangnya pada berbagai instrumen pengembangan dana yang memudahkan akses permodalan bagi sesama. Mereka semua adalah pejuang di bidangnya masing-masing. Namun, masih ada pejuang lainnya yang tak kalah menarik, yaitu pejuang finansial. Jika pejuang nasional memperjuangkan kemerdekaan bangsa, maka pejuang finansial memperjuangkan kemerdekaan keuangan bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Aktivers tentu bisa untuk menjadi salah satunya.

Senjata Masa Kini bernama Literasi Keuangan

Menurut Aktivers apa sih makna dari merdeka keuangan? Tiap orang pasti punya pengertian masing-masing, tapi bagi kami, merdeka keuangan berarti melek literasi keuangan. Lalu, ada hubungan apa antara merdeka dengan melek literasi keuangan? Dan selama ini apakah kita sudah benar-benar merdeka?

Definisi literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan, (berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) ketiga yang disusun oleh OJK tahun 2019). Maknanya, seseorang yang memiliki tingkat literasi keuangan yang baik harusnya tidak hanya sekedar mengetahui, terampil dalam memanfaatkan, meyakini lembaga dan produk, serta layanan jasa keuangan, akan tetapi juga memiliki perilaku keuangan yang baik untuk mencapai kesejahteraan.

Dalam survey tersebut, indeks literasi keuangan di Indonesia telah mencapai 38,03%, sedangkan indeks peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan (inklusi keuangan) mencapai 76,19%. Angka tersebut meningkat dibanding survey sebelumnya tahun 2016, yaitu indeks literasi keuangan 29,7% dan indeks inklusi keuangan 67,8%. Kita boleh bangga, artinya dalam 3 tahun terakhir ada peningkatan pemahaman keuangan (literasi) masyarakat sebesar 8,33%, dan inklusi keuangan sebesar 8,39%.

Zaman now, seseorang yang merdeka keuangan adalah yang melek literasi keuangan, artinya selain mengerti dan terampil menggunakan produk serta layanan jasa keuangan yang ada namun juga sadar dan bijak mengelola apa yang dimiliki, sadar akan risiko yang ada, dan bisa mengatasi risiko tersebut dengan baik. Dengan bertambahnya tingkat literasi keuangan, Aktivers dapat mengambil keputusan keuangan yang bijaksana sehingga perencanaan keuangan pribadi, keluarga atau perusahaan menjadi lebih optimal. Masyarakat juga dapat memilih produk dan jasa keuangan yang sesuai dengan tujuan keuangan dengan tetap mengetahui manfaat dan risikonya, serta hak dan kewajibannya sebagai konsumen. 

Tanpa literasi keuangan, pejuang finansial seperti berada didalam hutan belantara, kesulitan mencari arah untuk mencapai tujuan finansial. Selain itu, minimnya literasi juga menyebabkan pejuang terjebak pada berbagai bencana keuangan. Contohnya terjerat utang dengan bunga tinggi, pemborosan, kebocoran data pribadi, pengembangan dana melalui perusahaan jasa keuangan ilegal, bahkan terjebak investasi bodong. So, dengan melek literasi keuangan akan membuat tidur lebih tenang dan bangun dengan nyaman.

Di era digital serba instan dan moderen saat ini, banyak godaan yang berpotensi menggagalkan rencana Aktivers. Gaya hidup konsumtif bisa saja menjerumuskan jika sulit mengendalikan diri. Sebagai pejuang finansial, kemampuan pengendalian diri mutlak dimiliki, tujuannya untuk tetap menjaga fokus mencapai tujuan finansial. Dengan literasi keuangan, pejuang dapat lebih mudah memilih produk pengembangan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Selain itu, potensi timbulnya bencana keuangan akan jauh lebih mudah mudah diantisipasi.

Indonesia Maju dengan Literasi Keuangan

Melek literasi keuangan ini sejalan dengan tema Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75, “Indonesia Maju” yang menggambarkan visi Pemerintah untuk mendorong kemajuan Indonesia. Berbagai manfaat akan diperoleh apabila melek literasi keuangan, selain dapat menjadikan kita merdeka keuangan juga mendorong kita untuk berkontribusi aktif kepada kestabilan sistem keuangan dan mengurangi kerentanan dalam sistem keuangan. Selain itu, manfaat literasi keuangan dilihat dari sisi makro ekonomi juga sangat penting, karena semakin tinggi tingkat literasi keuangannya maka semakin banyak masyarakat yang akan menggunakan produk dan jasa keuangan, semakin tinggi pula potensi transaksi keuangan yang terjadi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang efektif.

Lalu untuk industri jasa keuangan sendiri apa efeknya? Tentunya semakin meningkatnya literasi keuangan masyarakat, diharapkan akan lebih banyak inovasi produk dan jasa keuangan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Kelompok masyarakat (underserved) yang selama ini belum terakses produk dan jasa keuangan diharapkan akan lebih mudah memperoleh produk dan jasa keuangan yang sesuai, terjangkau dan sederhana, namun tetap memiliki manfaat ekonomi dan sosial yang besar.

 Singsingkan Lengan Baju, Bawa Senjata!

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan kita? Salah satunya dengan berkomitmen untuk aktif mengupdate diri sendiri dengan informasi yang keuangan yang benar dari sumber kredibel. Aset terbaik bukan berupa uang, emas, surat berharga atau mobil melainkan diri kita sendiri. Maka dari itu, diri ini harus dijaga dengan baik dan dimanfaatkan untuk yang terbaik – itulah senjata kita untuk membajak ketidaktahuan literasi keuangan. Dijaga dari godaan bertindak konsumtif, hindari misinformasi mengenai pendanaan mudah diawal, susah diakhir. Manfaatkan waktu untuk meningkatkan diri dengan banyak membaca artikel dan berbagai materi terkait keuangan, seminar kekinian dan berdiskusi dengan ahlinya. Dengan begitu Aktivers akan selalu ter-update dengan berbagai perkembangan yang ada di sektor keuangan.

Mari bersama Aktivaku melawan Penjajah yang bernama ketidaktahuan! Dirgahayu Indonesiaku, merdeka keuanganku, merdeka bangsaku, merdeka jalani mimpimu!

Sumber:

  1. https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Documents/Pages/Siaran-Pers-Survei-OJK-2019-Indeks-Literasi-Dan-Inklusi-Keuangan-Meningkat/SP%20-%20SURVEI%20OJK%202019%20INDEKS%20LITERASI%20DAN%20INKLUSI%20KEUANGAN%20MENINGKAT.pdf
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Sektor_informal

Agustus 2020

Aktivaku